Labels: OOT
Sang Guru Bijak mempunyai banyak murid, yang datang dari berbagai latar belakang sosial,etnis dan agama. Tak pernah ia menolak calon muridnya. Syaratnya harus sungguh-sungguh belajar. Ia kecewa terhadap muridnya yang malas. Si Putih adalah murit terpandai Sang Guru Bijak. Suatu hari ia di tantang murid yang paling bodoh.
"Salah", kata Si Bodoh "yang benar adalah 23 !!!"
"Begini putih, seandainya 8 X 3 = 24 kamulah yang benar, aku rela menggorok batang leherku sendiri. Namun kalau ternyata yang benar 23, kamu harus mencopot topimu."
Berusaha mencegah pertaruhan itu Si Putih berkata, "Saudaraku, tiada gunanya pertaruhan ini, saya tidak mau kamu jadi korban sia-sia."
Namun Si Bodoh tetap bertekad meneruskan pertaruhan itu dan bahkan meminta Sang Guru Bijak menjadi wasit.
"Apa yang guru katakan, itulah KEBENARAN" lanjut Si Bodoh.
Maka dengan lesu tak bersemangat, Si Putih pun terpaksa menuruti permintaan saudara seperguruannya itu. Keduanya lalu menghadap gurunya dan menceritakan kembali jalannya perdebatan antara mereka. Sang Guru pun tersenyum, mengangguk-angguk, lalu berkata bahwa 8 X 3 = 23.
Melihat reaksi putih Sang Guru tetap saja tersenyum. Lalu dengan suara lembut Beliau berkata ,"Kalau kamu memang sudah bertekat mundur dan pulang ke kampung aku tidak bisa mencegah, namun kalau kamu masih mau mendengarkan, dengarlah nasehatku ini, sekiranya dalam perjalanan pulang nanti terjadi hujan yang sangat lebat, hati-hatilah, jangan bernaung di bawah pohon besar, karena pohon itu akan tumbang dan menimpamu."
Sambil ngedumel tak jelas, Si Putih pun langsung keluar pergi tanpa sempat mengucapkan kata pamit pada gurunya. Di tengah perjalanan tiba-tiba cuaca berubah drastis. Langit yang semula cerah mendadak berubah hitam pekat. Hujan deraspun seolah-olah di tumpahkan dari langit. Hati putih tercekat dan kala matanya melihat ada sebuah pohon besar di atasnya, secara refleks ia pun menghindar. Pada saat itu sang pohon besar tumbang dengan di iringi suara yang amat gemuruh. Si Putih bergidik, dan menghela nafas, hampir saja nyawanya melayang meninggalkan raganya. Setelah lepas dari kagetnya, Si Putih pun tersadar bahwa Sang Guru benar-benar bukan manusia sembarangan. Si Putih lantas berbalik kanan, tidak jadi pulang kampung, tapi lantas kembali ke rumah Sang Guru untuk memohon maaf dan mohon di terima kembali sebagai murid.
Labels: OOT
Labels: OOT
KELUARGA MAHASISWA KATOLIK
UNIVERSITAS BUDI LUHUR
Labels: hobby, OOT, travel record
Merah : Rp 45.000,-
Ungu : Rp 30.000,-
Untuk pemesanan dapat menghubungi :
08159376973
Keterangan:
* pembayaran dapat ditransfer melalui Bank BCA
6030311858
a/n FIANIZA
KCP BINTARO UTAMA
* untuk ongkos kirim dapat dilihat di http://tiki-online.com/tardom.asp
Terima Kasih.
Hi Robbie, together this letter I want to give know you
(hai Robbie, bersama surat ini saya ingin memberitahu kamu)
I WANT TO CUT CONNECTION WE
(SAYA INGIN MEMUTUSKAN HUBUNGAN KITA)
I have think thing this very cook cook
(saya telah memikirkan hal ini sangat masak masak)
I know my love only clap half hand
(saya tahu cinta saya hanya bertepuk sebelah tangan)
Labels: OOT
Surat Cinta Anak IPA
Archimedes dan Newton tak akan mengerti Medan magnet yang berinduksi di antara kita
Einstein dan Edison tak sanggup merumuskan E=mc2
Ah tak sebanding dengan momen cintaku
Pertama kali bayangmu jatuh tepat di fokus hatiku
Nyata, tegak, diperbesar dengan kekuatan lensa maksimum
Bagai tetes minyak milikan jatuh di ruang hampa
Cintaku lebih besar dari bilangan avogadro…
Walau jarak kita bagai matahari dan Pluto saat aphelium
Amplitudo gelombang hatimu berinterfensi dengan hatiku
Seindah gerak harmonik sempurna tanpa gaya pemulih
Bagai kopel gaya dengan kecepatan angular yang tak terbatas
Energi mekanik cintaku tak terbendung oleh friksi
Energi potensial cintaku tak terpengaruh oleh tetapan gaya
Energi kinetik cintaku = -mv~
Bahkan hukum kekekalan energi tak dapat menandingi hukum kekekalan di antara kita
Lihat hukum cinta kita
Momen cintaku tegak lurus dengan momen cintamu
Menjadikan cinta kita sebagai titik ekuilibrium yang sempurna
Dengan inersia tak terhingga
Takkan tergoyahkan impuls atau momentum gaya
Inilah resultan momentum cinta kita…
Labels: OOT
title : Tempat Wisata Punclut Longsor
summary : Sebuah rumah makan lesehan Ibu Neneng di Punclut kawasan Ciumbuleuit ambles ke jurang sekitar pukul 21.00 WIB, Minggu (6/9/2009). Sementara dilaporkan belasan pengunjung luka-luka. (read more)
Labels: OOT
Labels: OOT
Saturday Night (Aug 15th '09) - S2W Region Bandung
0 comments Posted by Fianiza Kartawiharja at 10:21 PMLabels: OOT
Find Your Invisible Friends in Yahoo! Messenger
3 comments Posted by Fianiza Kartawiharja at 12:00 AMLabels: OOT


Labels: OOT




